Transcription

DIKTATMETODOLOGI STUDI ISLAMOLEH:Nurliana Damanik, MA.NIP. 197101152014112001FAKULTAS USHULUDDIN DAN STUDI ISLAMUNIVERSITAS ISLAM NEGERISUMATERA UTARAMEDAN2018/2019

DIKTATMETODOLOGI STUDI ISLAMOLEH:Nurliana Damanik, MA.NIP. 197101152014112001KONSULTANProf. Dr. H. Hasan Bakti Nasution, MA.NIP. 19620814 199203 1 003FAKULTAS USHULUDDIN DAN STUDI ISLAMUNIVERSITAS ISLAM NEGERISUMATERA UTARAMEDAN2018/2019

DAFTAR ISIHalamanDAFTAR ISIBAB IBAB IIBAB IIIBAB IVMETODE DAN PENDEKATAN DALAM MEMAHAMI ISLAMA. Pengertian Metodologi1B. Pengertian Pendekatan2C. Ragam Pendekatan Dalam Memahami Agama2PENDEKATAN ISLAMISASI ILMU PENGETAHUANA. Pendahulun3B. Pengertian Islamisasi Ilmu Pengetahuan4C. Tujuan Islamisasi Ilmu Pengetahuan5D. Langkah-Langkah Islamisasi Ilmu Pengetahuan7E. Pengaruh Gagaan Islamisasi Ilmu Pengetahuan8F. Pro dan Kontra Seputar Islamisasi Ilmu Pengetahuan12PENDEKATAN PENGETAHUAN ILMIAHA. Pendahuluan26B. Klasifikasi Pengetahuan Manusia281. Ilmu Alam282. Ilmu Sosial303. Ilmu Humaniora45PENDEKATAN ALQURANA. Pendahuluan52

B. Pengertian53C. Beberapa Istilah yang Bermakna Mirip56D. Nama-Nama Alquran59E. Nuzulul Quran60F. Kajian Alquran65G. Beberapa Pendekatan yang Digunakan (Tafsir,Takwil dan Terjemah)68H. Perkembangan Mutaakhirin dalam Pendekatan AlquranBAB VBAB VIPENDEKATAN ILMU HADISA. Pendahuluan80B. Definisi81C. Perkembangan Awal Studi Hadis84D. Pendekatan Studi Hadis (Sanad dan Matan)89E. Perkembangan Mutahir dalam Studi Hadis91F. Referensi yang Digunakan dalam Studi Hadis95G.Kontribusi dalam Studi Hadis98PENDEKATAN KALAMA. PendahuluanBAB VII76101B. Pengertian dan ruang Lingkup Pembahasan102C. Asal-Usul Sebutan Ilmu Kalam104D. Sebab-Sebab Lahirnya Ilmu Kalam106E. Ruang Lingkup Pembahasaan Ilmu Kalam109F. Aliran-Aliran Utama dan Pendekatannya107G. Perkembangan Mutahir dalam Studi Kalam127PENDEKATAN TASAWUFA. Pendahuluan132B. Pengertian Tasawuf, Sufi dan TarekatC. Sumber dan Perkembangan Pemikiran Tasawuf133139

D. Pariasi Praktek Tasawuf139E. Pendekatan Kajian Tasawuf142F. Tokoh dan Karya Utamanya150BAB VIII PENDEKATAN PEMIKIRAN FIKIHA. Pendahuluan 157B. Latar Belakang Timbulnya Pemikiran FikihC. Perbedaan Islam dan SyariatD. Corak Pendekatan Fikih158164165E. Mazhab-Mazhab pada Fikih167F. Implikasi bagi Dunia Islam 173BAB IX PENDEKATAN SEJARAHA. Pendahuluan 178B. Istilah Kunci180C. Historiografi Islam Pada Masa Awal183D. Sejarah Islam dan Sejarah Muslim188E. Pendekatan Utama dalam Studi SejarahF. Sejarawan Terkemuka dan Karya-KaryanyaDAFTAR BACAAN188195201

BAB IMETODE DAN PENDEKATAN DALAM MEMAHAMI ISLAMDalam sebuah penelitian, kita harus berhadapan dengan berbagai permasalahanyang harus dipergunakan untuk memperjelas dasar, kerangka pikir dan methodilogiyang sesuai dengan penelitian itu sendiri, yakni pendekatan ( approaach).Pendekatan ini untuk kajian dalam sebuah penelitian menjadi penting kerenapenelitian apa yang dilakukan oleh seorang peneliti perlu memeliki kejelasanwilayah dan disiplin ilmunya. Kendatipun menggunakan bertbagai pendekantan,penelitian itu harus jelas disiplin apa yang dipakai, mengingat diera mederensekarang ini disiplin ilmu telah jenjadi sepesialisasi sehingga kita mau tidak mauharus melakukan identifikasi.Kajian keislaman (Islamic Studies) yang dilakukan oleh kaum orientalistidak terlepas pula pada pendekatan disiplin ilmu yang dipergunakan. Dikenaldalam kajian orientalis dimana para orientalis mulai sengat dalam kajianmengujudkan keristen sebagai agama orisinal dari Tuhan (sebagai agama wahyu)dengan pendekatan teoligis hingga mereka memiliki objek tivitas ilmiah. Salah satuupaya menuju objej tivitas ini dengan menentukan pendekatan kajian tertentu,seperti pendekatan sosiologis, antropologis, Fenomenologis, historis dan politis.Kemunculan ragam pendekatan kajian ini dalam hal keislaman ini tampaknya lebihdikernakan kondisi atau perubahan zaman yang meliputi setiap ruang dan waktu.Medel kajian keislaman dengan berbagai pendekatan ini dimanakan dengan studipendekatan multidisipliner (multisiplinier studies).A.Pengertian MetodologiIstilah motodologi berasal dari bahasa Yunani, yakni methodos dan logos.Methodos berarti cara, niat dan selukbeluk yang berkaitang dengan upaya menyelesaikansesuatu. Sementara logos berarti ilmu pengetahuan, Cakrawala dan wawasan. Dengan

demikian, metodologi adalah pengetahuan tantang cara-cara yang berlaku dalam kajianatau penelitian.Selaian itu metodologi adalah pengetahuan tentang berbagai metode yangdipergunakan dalam pengetahuan. Louay Safi mendepenisikan metodologi sebagai bidangpengetahuan ilmiah yang berhubuangan dengan pembahasan tentang metode-metodeyang digunakan dalam mengkaji fenomena alam dan manusia, atau dengan redaksi yanglain, metedologi adalah bidang pengetahuan ilmiah yang membenarkan, mendeskripsikandan menjelaskan aturan-aturan, prosudur-prosudur, methode ilmiahB.Pengertian PendekatanIstilah pendekatan merupakan kata terjemahan dari bahas inggris ”approach”. Maksudnyaadalah, suatu disiplin ilmu untuk dijakan landasan kajian sebuah studi atau penelitian.Pendekatam dalam aplikasinya lebih mendekati disiplin ilmukerena tujan utamapendekatan ini adalah untuk mengetahui sebuah kajian dan langkah-langkah metodologisyang dipakai dalam pengkajian atau penelitian itu sendiri.Penentuan metode danpendekatan dalam sebuah penelitian adalah sebuah kebutuhan mendesak. Hal tersebutkerena dengan langkah penentuan itu berarti akan menjadi kejelasan langkah berikutnya.Pendapat yang dikemukan oleh Muhammad Muqim dalam buku metodologi reset padaagama islam menentukan arah penelitian dalam islam harus diawali pada penentuandisiplin ilmu yang dipergukan sebagai prespiktifnya, kemudian langkah berikukan barudapat ditentukan metodologinya.Atas dasar pemikirantersebut diatas, penting bagi kita ketika akan melaksanakanpenelitia untuk mentuan pendekatan, topik dan kerangka pemikiran sebagai sebuahwacana (discourse)C.Ragam Pedekatan dalam Memahami AgamaDewasa ini kehadiran agama semangkin dituntut agar ikut terlibat secara aktif didalammemecahkan berbagai masalah yang dihadapi umat manusia. Agama tidah boleh hanyasekadar lambang kesalehan atau terhenti sekedar disampaikan didalam khutbah,melainkan secara konsepsional harus menunjukan cara-cara yang palinh efektip dalammemecahakan masalah.

Tuntutan terhadap agama yang demikian itu dapat dijawab manakalapemahaman agama yang selama ini banyak menggunakan pendekatan tiologisnormatifdilengkapi dengan pemahaman agama yang menggunakan pendekatan secara operasionalkonseptual dan dapat memberikan jawaban terhadap masalah yang timbul.Berbagai pendekatan yang dapat digunakan dalam memahami agama, yaitupendekatan tiologis normatif, antropologis, sosiologis, pesikologis, historis, kebudayaan,dan pendekatan pilosopis. Adapun yang dengan pendekatan disini adalah cara pandangatau paradigma yang terdapat dalam satu bidang ilmu yang selanjutnya dugunakan dalammemahami agama. Dalam hubungan ini Jalaluddin Rahmat mengatakan bahwa agamadapat diteliti dengan menggunakan paradigma. Realitas agama keagamaan yangdiungkapkan mempunyai nilai kebenaran sesuai dengan kerangka paradigmanya. Keranaitu, tidak ada persoalan apakah penelitian agama itu penelitian sosial, penelitian legalistik,atau penelitian pilosopis.

BAB IIISLAMISASI ILMU PENGETAHUANA. PendahuluanPeradaban Islam telah mencapai kemajuan ilmu dalam banyak bidangpada zaman permulaannya, yaitu pada kurun 9M. Sarjana Islam telah berhasilmenerjemah, menyaring, menyerap dan memadukan ilmu asing ke dalampandangan mereka berdasarkan alquran. Ilmu Pengetahuan yang merupakanjantung peradaban dan kebudayaan Islam telah membimbing umat Islam kearah puncak kegemilangannya. Bagaimanapun pada beberapa kurun berikutnya,daya keilmuan dan kekuatan umat Islam mulai pudar karena beberapa faktor.Malapetaka yang paling besar yaitu penyerangan Mongol yang dipimpin olehHulagu Khan ke Baghdad, sehingga memusnahkan perpustakaan danpembakaran buku-buku karya asli sarjana Islam. Tetapi terdapat juga faktorinternal, khususnya perselisihan dan konflik pemikiran diantara golongan umatIslam.Pengaruh pemindahan ilmu dari Andalusia ke Eropa, merangsang wargaEropa bangkit dan memelopori berbagai bidang ilmu. Mereka mengambil alihtongkat kepemimpinan intelektual dan fisikal dari umat Islam, khususnyasetelah Revolusi Industri. Konflik antara Gereja dan ahli Sains Baratmemunculkan perkembangan ilmu sekuler. Latar belakang sekulerisasi ilmuinilah yang mengundang perjuangan memurnikan kembali ilmu pengetahuan(Islamisasi Ilmu).B. Pengertian Islamisasi Ilmu PengetahuanDalam konteks modern, istilah "islamisasi ilmu" pertama kali digunakandan diperkenalkan oleh seorang sarjana Malaysia bernama Muhammad NaquibAl-Attas dalam bukunya yang berjudul "Islam and Secularism".MenurutNaquibAl-Attas, islamisasi ilmu pengetahuan, akan membebaskan umatIslam dari belengu hal-hal yang bertentangan dengan Islam, sehingga timbul

keharmonian dan kedamaian dalam dirinya, sesuai dengan fitrahnya.Atas dasarini, ia mendefenisikan Islamisasi ilmu sebagai berikut, yakni:Pembebasan manusia dari tradisi magis, mitologis, animistis, kulturnasional (yang bertentangan dengan Islam) dan dari belengu pahamsekuler terhadap pemikiran dan bahasa Juga pembebasan dari kontroldorongan fisiknya yang cenderung sekuler dan tidak adil terhadaphakikat diri atau jiwanya, sebab manusia dalam wujud fisiknyacenderung lupa terhadap hakikat dirinya yang sebenarnya, dan berbuattidak adil terhadapnya. Islamisasi adalah suatu proses menuju bentukasalnya yang tidak sekuat proses evolusi dan devolusi 1Gagasan Al-Atas ini disambut baik oleh seorang filosof Palestinabernama Ismail Al-Faruqi, dengan bukunya yang berjudul "Islamization ofKnowledge", sebagai respon terhadap gerakan di Malaysia yang bernama"Malaise of The Ummah". Ismail Raji’ Al-Faruqi, seorang sarjana muslimPalestina dengan spesialisasi filsafat, tinggal dan belajar, serta mengajar diAmerika Serikat (Temple University). Al-Faruqi menjelaskan defenisiIslamisasi ilmu sebagai berikut:usaha untuk mengacukan kembali ilmu yaitu, untuk mendefinisikankembali, menyusun ulang data, memikir kembali argumen danrasionalisasi berhubung data itu, menilai kembali kesimpulan dantafsiran membentuk kembali tujuan dan melakukannya secara yangmembolehkan disiplin itu memperkayakan visi dan perjuangan Islam. 2Selain kedua tokoh di atas, ada beberapa pengembangan definisi dariIslamisasi ilmu pengetahuan tersebut, sebagaimana yang diungkapkan olehOsman Bakar, bahwa Islamisasi ilmu pengetahuan adalah sebuah program yangberupaya memecahkan masalah-masalah yang timbul karena perjumpaan antaraIslam dengan sains modern sebelumnya.3 Progam ini menekankan padakeselarasan antara Islam dan sains modern tentang sejauhmana sains dapat1Syed M. Naquib al-Attas dalam Wan Mohd Nor Wan Daud, The Educational Philosophyand Practice of Syed Muhammad Naquib al-Attas, diterjemahkan oleh Hamid Fahmy dkk, Filsafatdan Praktik Pendidikan Islam Syed M. Naquib al-Attas (Bandung: Mizan, 1998), h. 336.2Ismail Raji al-Faruqi, Islamisasi Pengetahuan (Bandung: Pustaka, 1984), h. 36.3Osman Bakar, Tauhid dan Sains (Bandung: Pustaka Hidayah, 1994), h. 233.

bermanfaat bagi umat Islam. Dan M. Zainuddin menyimpulkan bahwaIslamisasi pengetahuan pada dasarnya adalah upaya pembebasan pengetahuandari asumsi-asumsi Barat terhadap realitas dan kemudian menggantikannyadengan worldviewnya sendiri (Islam).4C. Tujuan Islamisasi Ilmu PengetahuanSecara umum, Islamisasi ilmu dimaksudkan untuk memberikan responpositif terhadap realitas ilmu pengetahuan modern yang sekularistik dan Islamyang "terlalu" religius, dalam model pengetahuan baru yang utuh dan integraltanpa pemisahan di antaranya. Sebagai panduan untuk usaha tersebut, alFaruqi menggariskan satu kerangka kerja dengan lima tujuan dalam rangkaIslamisasi ilmu, tujuan yang dimaksud adalah:1.2.3.4.Penguasaan disiplin ilmu modern.Penguasaan khazanah warisan Islam.Membangun relevansi Islam dengan masing-masing disiplin ilmu modern.Memadukan nilai-nilai dan khazanah warisan Islam secara kreatif denganilmu-ilmu modern.5. Pengarahan aliran pemikiran Islam ke jalan-jalan yang mencapaipemenuhan pola rencana Allah.5Untuk merealisasikan tujuan-tujuan tersebut, al-Faruqi menyusun 12langkah yang harus ditempuh terlebih dahulu. Langkah-langkah tersebutadalah:1.Penguasaan disiplin ilmu modern: prinsip, metodologi, masalah, temadan perkembangannya.Survei disiplin ilmu.Penguasaan khazanah Islam: ontology.Penguasaan khazanah ilmiah Islam: analisis.Penentuan relevansi Islam yang khas terhadap disiplin-disiplin ilmu.2.3.4.5.4M. Zainuddin, Filsafat Ilmu: Persfektif Pemikian Islam(Malang: Bayu Media, 2003), h.5Ismail Raji al-Faruqi, Ibid.,h. 98.160.

6.7.8.9.10.11.12.Penilaian secara kritis terhadap disiplin keilmuan modern dan tingkatperkembangannya di masa kini.Penilaian secara kritis terhadap khazanah Islam dan tingkatperkembangannya dewasa ini.Survei permasalahan yang dihadapi umat Islam.Survei permasalahan yang dihadapi manusia.Analisis dan sintesis kreatif.Penuangan kembali disiplin ilmu modern ke dalam kerangka Islam.Penyebarluasan ilmu yang sudah diislamkan.6Tujuan islamisasi pengetahuan disampaikan oleh Davies (Sardar 2005)dalam tulisannya Rethingking Knowledge: Islamization and The Future, adalahmelahirkan berbagai disiplin yang merupakan produk alami dari pandangandunia dan peradaban islam, dan untuk itu digunakankan kategori dan gagasanislamisasi untuk menggambarkan tujuan, cita-cita, pemikiran, perilaku,persoalan, serta solusi masyarakat muslim.D. Langkah-Langkah Islamisasi Ilmu PengetahuanUntuk melakukan Islamisasi ilmu pengetahuan tersebut, menurut alAttas, perlu melibatkan dua proses yang saling berhubungan. Pertama ialahmelakukan proses pemisahan elemen-elemen dan konsep-konsep kunci yangmembentuk kebudayaan dan peradaban Barat. Kedua, memasukan elemenelemen Islam dan konsep-konsep kunci ke dalam setiap cabang ilmupengetahuan masa kini yang relevan.[28] Jelasnya, "ilmu hendaknya diserapkandengan unsur-unsur dan